Logo
Holyland Tour Jakarta : Bukit Zaitun
NEWS & ARTIKEL Holyland Tour Jakarta : Bukit Zaitun olives10
Dari dulu, sangat banyak orang Yahudi dikuburkan di tempat ini, terutama di bagian selatan yang terdapat kuburan yang digali dari dalam batu, yang sekarang menjadi desa Silwan. Makam yang dianggap milik nabi Zakharia dan Absalom anak Daud masih ada di sana. Di lereng atas, terdapat makam nabi-nabi Hagai, Zakharia (yang lain) dan Maleakhi. Juga ada makam rabi-rabi terkenal bangsa Yahudi.

Tentara Romawi dari Legio X Fretensis yang bermarkas di bukit ini saat mengepung Yerusalem pada tahun 70 M. Upacara keagamaan untuk menandai bulan baru juga dilakukan di sini pada zaman Bait Suci Kedua. Setelah hancurnya Bait Suci, orang-orang Yahudi merayakan Sukkot (Hari Raya Pondok Daun) di Bukit Zaitun. Mereka berziarah ke sini karena bukit ini terletak 80 meter lebih tinggi dari Bukit Bait Suci dan memberikan pemandangan daerah bekas Bait Suci. Tempat ini menjadi tradisi untuk meratapi kehancuran Bait Suci, terutama pada hari raya Tisha B'Av. Tahun 1481, seorang Yahudi Italia, Rabbi Meshulam Da Volterra, menulis: "Dan seluruh masyarakat Yahudi, tiap tahun, naik ke gunung Zion pada hari Tisha B'Av untuk berpuasa dan berduka, dan dari sana mereka berjalan turun sepanjang lembah Yosafat dan naik ke atas Bukit Zaitun. Dari sana mereka melihat seluruh bukit tempat Bait suci dan mereka menangis serta meratapi kehancuran Bait ini.

Selama pemerintahan Yordania dari tahun 1948 sampai 1967, penguburan Yahudi dihentikan dan banyak perusakan terjadi. 40,000 dari 50,000 makam dirusak.Raja Hussein dari Yordania mengijinkan pembangunan Seven Arches Intercontinental Hotel di puncak Bukit Zaitun beserta jalan yang melalui kuburan sehingga menghancurkan ratusan makam Yahudi, termasuk yang dari zaman Bait Suci pertama. Setelah "Perang 6 Hari", restorasi dimulai dan kuburan dibuka lagi untuk penguburan.

Bukit Zaitun dicatat pertama kali berkenaan dengan larinya raja Daud dari putranya Absalom

(2 Samuel 15:30): "Daud mendaki bukit Zaitun sambil menangis, kepalanya berselubung dan ia berjalan dengan tidak berkasut. Juga seluruh rakyat yang bersama-sama dengan dia masing-masing berselubung kepalanya, dan mereka mendaki sambil menangis." Tempat pendakian ini diperkirakan di timur Kota Daud, dekat desa Silwan.

Ciri kudus dari bukit ini disebutkan dalam Yehezkiel 11:23: "Lalu kemuliaan TUHAN naik ke atas dari tengah-tengah kota dan hinggap di atas gunung yang di sebelah timur kota.
Raja Salomo membuat mezbah untuk dewa-dewa para isterinya di puncak selatan bukit ini (1 Raja-raja 11:7–8): "Pada waktu itu Salomo mendirikan bukit pengorbanan bagi Kamos, dewa kejijikan sembahan orang Moab, di gunung di sebelah timur Yerusalem dan bagi Molokh, dewa kejijikan sembahan bani Amon."
Dalam masa pemerintahan raja Yosia, bukit ini disebut Bukit Kebusukan (bahasa Ibrani: Har HaMashchit; bahasa Inggris: Mount of Corruption), seperti dalam 2 Raja-raja 23:13:

"Bukit-bukit pengorbanan yang ada di sebelah timur Yerusalem di sebelah selatan bukit Kebusukan dan yang didirikan oleh Salomo, raja Israel, untuk Asytoret, dewa kejijikan sembahan orang Sidon, dan untuk Kamos, dewa kejijikan sembahan Moab, dan untuk Milkom, dewa kekejian sembahan orang Amon, dinajiskan oleh raja." Hal ini menyangkut penyembahan berhala di sana yang dimulai oleh isteri-isteri raja Salomo dan akhirnya dihancurkan pada zaman raja Yosia.

Dalam Zakharia 14:3-4 ada tertulis mengenai bukit ini yaitu: "TUHAN (Yahweh) akan maju berperang melawan bangsa-bangsa itu seperti Ia berperang pada hari pertempuran. Pada waktu itu kaki-Nya akan berjejak di bukit Zaitun yang terletak di depan Yerusalem di sebelah timur. Bukit Zaitun itu akan terbelah dua dari timur ke barat, sehingga terjadi suatu lembah yang sangat besar; setengah dari bukit itu akan bergeser ke utara dan setengah lagi ke selatan."

Alkitab Perjanjian Baru

Bukit Zaitun disebutkan berkali-kali di Perjanjian Baru:

Yesus menyuruh murid-murid-Nya mengambil keledai dan mulai naik di Bukit Zaitun dalam perjalanannya masuk kota Yerusalem terakhir kali sebelum mengalami sengsara-Nya.
Ketika Yesus dekat Yerusalem, di tempat jalan menurun dari Bukit Zaitun, mulailah semua murid yang mengiringi Dia bergembira dan memuji Allah dengan suara nyaring oleh karena segala mujizat yang telah mereka lihat. dan disana pula Ia menangisi Yerusalem.
Yesus duduk di atas Bukit Zaitun ketika mengajar murid-murid-Nya mengenai akhir zaman.
Yesus ditangkap di Bukit Zaitun, dalam taman Getsemani, ke mana Ia pergi berdoa setelah Perjamuan Terakhir.
Sejak masuk Yerusalem sampai ditangkap, Yesus mengajar pada siang hari di Bait Allah dan pada malam hari Ia keluar dan bermalam di Bukit Zaitun. Nampaknya memang di sinilah Yesus biasa bermalam jika datang ke Yerusalem.
Yesus naik ke sorga dari satu tempat di Bukit Zaitun, dekat Betania (Lukas 24:50), yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem.
More from Holyland Tour Jakarta Artikel :
Holyland Tour Jakarta : Mesir Cabut Status Darurat dan Jam Malam
Pengadilan administratif mengeluarkan keputusan, peraturan tersebut harus berlaku efektif selama 2 bulan kalender.

Holyland Tour Jakarta : Ribuan Warga Palestina Sambut Natal di Bethlehem
Bethlehem (AFP/ANTARA) – Ribuan warga Palestina dan wisatawan berbondong-bondong ke kota Betlehem
Holyland Tour Jakarta : Kisah lagu O Little Town of Bethlehem
Bethlehem kota kecil adalah tempat yang dipilih Yesus dalam karya penyelamatan manusia oleh Tuhan.
Holyland Tour Jakarta : Kisah dibalik lukisan Perjamuan Terakhir
Lukisan ‘Perjamuan Terakhir’ dilukis oleh Leonardo Da Vinci, seorang artis Italia yang terkenal. Lukisan ini dibuat selama 7 tahun, dan menggambarkan 12 rasul serta Yesus sendiri yang sedang mengadakan perjamuan terakhir.
Holyland Tour Jakarta : Bukit Zaitun
Dari dulu, sangat banyak orang Yahudi dikuburkan di tempat ini, terutama di bagian selatan yang terdapat kuburan yang digali dari dalam batu, yang sekarang menjadi desa Silwan.